Terima Kasih Bu Risma

Ucapan ini terlintas beberapa hari ini dalam benak namun baru saat ini dapat kutuangkan dalam tulisan. Awal mulanya mendengar hebohnya berita pencemaran udara di ibukota Jakarta yang hari itu menduduki peringkat 1 dunia, sayangnya alih-alih menjadi juara dunia sepakbola, atau juara kontes kecantikan sejagat, kota Jakarta hari itu dinobatkan sebagai juara kota paling tercemar udaranya sedunia.

Kerja Nyata

Sangat memprihatinkan tentunya, untung nya itu di Jakarta. Bagaimana dengan di kotaku saat ini Surabaya, sangat jauh berbeda. Berita senin 29 Juli 2019 di Kompas.com, https://surabaya.kompas.com/read/2019/07/29/16491941/mengapa-kualitas-udara-surabaya-lebih-baik-dari-jakarta-ini-penjelasannya?page=all, semakin membulatkan tekadku untuk sekali lagi mengucapkan terima kasih Bu Risma, kerja nyata Anda dalam masa hampir sepuluh tahun ini terbukti saat ini.

Baca Juga : Awas Tidak Bisa Digunakan | Cek IMEI HP Kalian Disini

Udara Kota Surabaya dilihat dari ISPU Indeks Standar Pencemaran Udara hasil pantauan di dua tempat, yaitu di Jl Pemuda dan Jl Ir. Soekarno berada dikisaran 50 – 60 artinya masih dibawah 100, ambang batas udara dinyatakan tidak sehat dikonsumsi atau dihirup. Semoga Surabaya akan terus seperti ini, syukur syukur bisa lebih baik lagi.

Baca Juga : Pondok Gandrung | Ikan Bakar

Kualitas Udara

Menurut Eri Cahyadi pelaksana tugas Kepala Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau Kota Surabaya menjelaskan kualitas udara di Surabaya baik akibat ruang terbuka hijau di Surabaya terus bertambah khususnya taman di Kota Surabaya mencapai 500 taman lebih, tahun ini saja sudah dibangun 20 taman. Selain itu sejak tahun 2012 Pemkot Surabaya mengatasi polusi udara dengan memasang tanaman lidah mertua di trotoar jalan yang padat kendaraan. Terakhir Dinas Perhubungan Kota Surabaya selalu mengadakan tes terhadap polusi kendaraan dengan melakukan uji emisi. Kini marilah kita dukung tekad Bu Risma untuk membuat Se-Kota Surabaya menjadi taman, selain bisa dinikmati untuk bersantai dan berlibur juga untuk mempertahankan atau bahkan meningkatkan kualitas udara Kota Surabaya menjadi lebih baik lagi. Semoga Bu Risma selalu diberi kesehatan dan dapat menjadikan Kota Surabaya menjadi lebih baik lagi.

Kepala Kucing Lebih Baik Daripada Ekor Harimau

Adalah andrin yang kini berusia 24 tahun, seorang pengusaha muda asal Kabupaten Lamongan Jawa Timur yang memegang teguh pepatah tersebut. Dia menjalankan usaha makanan khas timur tengah yaitu kebab. Dari awal lulus sekolah menengah atas keinginannya memang mendirikan sebuah usaha sendiri ketimbang mencari pekerjaan di perusahaan.

“Lebih baik jadi ‘kepala’ meskipun cuma ‘kepalanya kucing’, daripada ‘ekornya harimau’. Maksudnya adalah meskipun usaha kita masih kecil seperti kucing tapi kan kita menjadi kepalanya, daripada perusahaan yang sudah besar tapi kita hanya menjadi ekor atau menurut perintah”, tutur Andrin saat ditemui.

Baca Juga : Awas Tidak Bisa Digunakan | Cek IMEI HP Kalian Disini

Prinsip itulah yang dicamkan dalam pikiran pria lulusan SMA tersebut untuk menaikkan motivasinya dalam berwirausaha.

Graha Kebab

Dengan bermodalkan seadanya dari tabungan dan pinjaman dari bank, Andrin bertekad untuk meneruskan franchise “Kebab King” yang dikontrak oleh bosnya selama lima tahun belakangan ini. Dia memutuskan untuk membeli segala peralatan dari franchise sebesar Rp 5 Juta untuk dikelolanya sendiri dengan mengganti nama usaha menjadi “Graha Kebab”. Jadi setelah kontraknya selesai, dia mengakuisisi segala peralatan usaha yang dulunya ia hanya menjadi karyawan “Kebab King”.

“Bulan Juli kontrak franchise akan habis, saya berniat menjalankan usaha kebab ini dengan mengganti nama dan segala ornamennya karena saya melanjutkan dengan nama sendiri yaitu ‘Graha Kebab’ yang sesuai dengan nama perumahan tempat berjualan” terangnya.

Baca Juga : Pondok Gandrung | Ikan Bakar

Proses akuisisi usaha tersebut tidak terlepas dari andil pemilik franchise. Andrin memiliki kepercayaan dari sang pemilik untuk meneruskan usaha tersebut. Selama hampir lima tahun bekerja menjadi karyawan, dia cukup mahir untuk menjalankan usaha kebab tersebut. Maka dibelilah segala peralatan seperti gerobak, teflon, pisau, dan masih banyak lagi untuk dilanjutkan menjadi usahanya sendiri tanpa embel-embel franchise lagi.

Dengan mengontrak rumah di perumahan Graha Asri Sukodono Sidoarjo, dia menjual kebabnya mulai pukul 15.00 sore sampai 23.00 malam. Pembelinya berasal dari dalam dan sekitar perumahan tempatnya tinggal yang sudah lama mengenal kebab buatannya. Harga jualnya pun bersaing dengan kebab lain disekitarnya.

Salah Satu Konsumen Graha Kebab

Begitupun cita rasa kebabnya pun lezat dan mempunyai ciri khas. Karena dia menambahkan resep rahasia. Selain itu porsinya sedikit lebih banyak dari kebanyakan kebab yang dijual di tempat lain.

Baca Juga : BPJS Kesehatan

Rata-rata omzet yang diraupnya dalam sehari tidak kurang dari Rp 500.000,- dalam sehari. Apabila musim hujan, omzetnya bisa naik sampai 30% dari kemarau. Karena kebab cocok dimakan saat kondisi cuaca dingin.

Pria yang baru saja menikah ini ingin sekali berdiri di atas kakinya sendiri daripada ikut bekerja di perusahaan asing. Keinginannya menjadikan Indonesia menjadi negara maju yang memiliki banyak wirausaha muda yang kaya akan inovasi, inspirasi dan jiwa berapi-api untuk menjadikan Indonesia lebih bersaing dengan bangsa asing. Melaluinya dia berharap bisa menginspirasi generasi muda dalam membuka wirausahanya sendiri. “Saya ingin menjadi inspirasi untuk generasi penerus bangsa agar mendirikan usaha sendiri sebagai pijakan untuk kehidupannya berbangsa dan bernegara, semoga selalu ada jalan dalam menggapainya”, harapan Andrin saat ditemui di tempatnya berjualan.

Sehat, Seberapa Pentingkah Bagi Anda

Pernah terlintaskah di benak Anda betapa mahalnya biaya kesehatan saat ini. Pemerintah melalui BPJS kesehatan coba menawarkan solusi pembiayaan dengan sistem asuransi kesehatan. Masyarakat dihimbau untuk mendaftarkan diri dan keluarganya ke BPJS kesehatan agar mendapatkan jaminan kesehatan.

BPJS Kesehatan

Pemerintah melalui BPJS Kesehatan coba menawarkan solusi pembiayaan dengan sistem asuransi kesehatan. Masyarakat dihimbau untuk mendaftarkan diri dan keluarganya ke BPJS kesehatan agar mendapatkan jaminan kesehatan. Namun kini timbul masalah, berita sore ini mengabarkan fakta yang memprihatinkan.

Baca Juga : Aplikasi Android Wedang Suji | Mudah Cari Data Jawa Timur

BPJS kesehatan melaporkan defisit keuangannya yang artinya besar pasak daripada tiang, besar pengeluaran daripada pendapatan. Sehingga perlu adanya campur tangan pemerintah, melalui pernyataan Bapak Wakil Presiden Yusuf Kalla, pemerintah akan menyetujui penyesuaian besaran premi kesehatan setiap bulan yang harus dibayarkan warga yang menjadi anggota BPJS.

Kebijakan Memberatkan

Beberapa pengamat mempertanyakan kebijakan ini, bukankah ini akan semakin memberatkan masyarakat ditengah kelesuhan ekonomi yang ditandai oleh melemahnya daya beli masyarakat. Disatu sisi kebijakan ini mungkin merupakan oase ditengah padang pasir bagi BPJS yang terancam bangkrut namun disisi lain akan memberatkan masyarakat. BPJS defisit keuangan akibat klaim asuransi lebih besar daripada premi yang dibayarkan masyarakat.

Baca Juga : Pondok Gandrung | Ikan Bakar

alternatif lain

Sebelum menaikkan besarnya premi alangkah lebih baik jika mencari alternatif lain. Bisa dimulai dengan analisis penyebabnya. Masyarakat melakukan klaim karena sakit alias kesehatannya terganggu. Sakit bisa disebabkan banyak hal mulai dari pola makan, lingkungan, gaya hidup dll.

Baca Juga : 7 Makanan Terbaik Untuk Otak

Terlintas di benak bagaimana caranya agar masyarakat tidak gampang sakit, tentunya banyak jawaban yang terlintas, mulai dari pola makan yang baik dan sehat, lingkungan yang bersih dan nyaman, gaya hidup yang sehat, menghindari stress dll. Semua itu tentunya tanggung jawab bersama utamanya pemerintah melalui berbagai macam media menghimbau, mensosialisasikan kepada seluruh masyarakat untuk hidup sehat.

Baca Juga : Awas Tidak Bisa Digunakan | Cek IMEI HP Kalian Disini

Semoga bermanfaat, selamat bertemu dalam bahasan selanjutnya, terima kasih.